Skip to main content

Meningkatkan Potensi Kepemimpinan Anda

Baru-baru ini, saya membaca buku "Spiritual Leadership" karya J. Oswald Sanders sementara saya mempelajari makalah yang saya tulis di seminari. Saya selalu menggumulkan gagasan tentang kepemimpinan jenis ini di gereja. Pada dasarnya, saya percaya bahwa semua orang Kristen adalah pemimpin dalam hal-hal tertentu. Setiap orang Kristen setidaknya memiliki pengaruh terhadap satu orang. Karena itu, bahkan jika hanya menjadi pemimpin bagi satu orang saja, mereka tetap dapat disebut sebagai pemimpin.

Tanggung Jawab Pemimpin Kristen (I)

Shalom,

Puji Tuhan! Hanya oleh anugerah dan kemurahan Allah e-Leadership telah memasuki edisi yang ke-100. Kerinduan kami, biarlah setiap sajian yang telah dikirimkan maupun yang akan dikirimkan, dapat menjadi berkat dalam menunjang dan melengkapi tugas kepemimpinan Anda. Redaksi e-Leadership senantiasa berkomitmen untuk menampilkan bahan-bahan bermutu yang dapat memperlengkapi setiap pemimpin Kristen dalam menjalankan tanggung jawabnya, sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan dalam tugas kepemimpinan kita.

Kapabilitas Kepemimpinan Kristen (II)

Catatan Redaksi: "Selain memiliki kapabilitas kepemimpinan dan berorganisasi, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola, melihat visi, dan menentukan kebijakan untuk memperlengkapi diri bila ingin meningkatkan kapabilitas kepemimpinan, sehingga semakin lebih efektif."

Ketiga, Kemampuan mengelola. Kepemimpinan yang memiliki kemampuan manajemen merupakan unsur penting dalam suatu organisasi. Tanpa hal ini, organisasi menjadi kacau dan tujuan tidak akan tercapai. Kartono mengatakan, "Manajemen adalah inti dari administrasi; sedangkan kepemimpinan adalah inti dari manajemen" [23]. Arti kata "manajemen" berasal dari kata Latin "manus" yang berarti "tangan". Jadi, manajemen artinya "cara menangani suatu tugas" [24]. Dengan demikian, manajemen adalah satu tindakan menangani, mengontrol, mengarahkan, mengelola suatu pekerjaan/aktivitas demi mencapai tujuan yang ditetapkan [25].

Antara Seni dan Kemenangan (Pengkhotbah 9:10; 11:6)

Setiap penggemar balap motor tentu tahu seorang pembalap yang bernama Valentino Rossi. Rossi lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979. Dia adalah seorang pembalap yang hebat, karena telah memegang titel juara dunia di empat kelas yang berbeda, yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun. Bisa dikatakan bahwa dia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa. Oleh sebab itu, orang-orang memasukkan dirinya dalam kategori "legenda hidup". Ada dua prinsip hidup yang menarik untuk diperhatikan dan diteladani dari pribadi Rossi berkaitan dengan kariernya, yaitu: Bagi Rossi, balapan adalah "seni".

Sifat-Sifat Pribadi Dalam Kepemimpinan (I)

Diringkas oleh: Truly Almendo Pasaribu

"Kualifikasi utama kepemimpinan yang sukses adalah integritas pribadi."

Semua sifat dalam artikel di bawah ini sangatlah penting untuk meraih keberhasilan. Sifat-sifat ini menonjol karena terbukti menjadi penggerak serta sarana untuk mencapai kesuksesan tertinggi.

Keinginan untuk Berprestasi

Ambisi dikenal dengan banyak nama: motivasi, dorongan, antusiasme, atau harapan untuk meraih prestasi. Apa pun namanya, sifat ini penting karena keinginan adalah dasar seseorang untuk memacu diri sendiri. Jika tidak, orang tersebut akan berpuas diri menjadi pengikut, alih-alih pemimpin.

Teladan Baik

Seorang pemimpin Kristen harus memberikan teladan baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya. "Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita" (Tit. 2:7-8). Ada tiga cara menjadi teladan yang baik. 1. Hidup Sederhana Cara pertama

Panggilan Seorang Pemimpin (Hakim-Hakim 6)

Dalam salah satu pesan singkatnya mengenai para pemimpin dan pengikut, Dr. A. W. Tozer mengatakan:

"Ketika Allah menyebut kita domba, Ia menyuruh kita menjadi pengikut; dan ketika Petrus memanggil beberapa orang menjadi gembala, dia menunjukkan bahwa di antara mereka selain ada pengikut harus ada yang menjadi pemimpin. Pada umumnya, manusia memang membutuhkan kepemimpinan.

Kriteria Pemimpin yang Berpotensi (I)

Shalom,

Ada berbagai faktor penentu keberhasilan pemimpin untuk mewujudkan harapan organisasi/lembaga. Salah satunya adalah potensi/kualitas yang dimiliki setiap pemimpin dan bagaimana sang pemimpin tersebut menggali potensi kepemimpinannya dengan baik. Banyak potensi yang belum dikembangkan dengan maksimal, bahkan masih tersembunyi, karena banyak pemimpin yang kurang dapat mengenal diri mereka sendiri.

Dalam edisi e-Leadership bulan November 2011, redaksi menyajikan kepada Anda tema "Kriteria Pemimpin yang Berpotensi". Diharapkan, melalui artikel yang disajikan, Anda dapat mengenal potensi diri sendiri melalui pengetahuan akan sifat-sifat pribadi dalam kepemimpinan. Kiranya bermanfaat bagi Anda dan silakan bagikan kepada rekan-rekan Anda setiap pelajaran yang telah Anda dapatkan dalam edisi e-Leadership kali ini.